Bea Cukai Kediri Tangkap Miras Ilegal

Share Artikel :

Kediri (14/11/208), Bea Cukai Kediri melakukan penindakan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) atau miras di Dusun Dorok Desa Manggis Kecamatan Puncu. Barang bukti yang berhasil diamankan oleh petugas adalah sebanyak 658 (enam ratus lima pulu delapan) botol MMEA golongan B dan C berbagai merek, 2 jeriken diduga masing-masing berisi 25 liter Etil Alkohol (EA), dan barang lainnya yang bisa digunakan sebagai petunjuk produksi seperti beberapa karung botol kosong, tutup botol, kardus pengemas dll. Pengamanan dilakukan karena miras tersebut tidak dilekati pita cukai dan pemilik tidak mempunyai izin Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC) sebagai pengusaha pabrik, distributor maupun Tempat Penjualan Eceran (TPE).

Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Bea Cukai Kediri, Widodo W.M. memberikan penjelasan bahwa kegiatan penindakan bermula dari adanya informasi yang didapat oleh petugas. Informasi tersebut berupa adanya produksi miras yang dicurigai tidak memiliki izin dan diindikasi tidak berpita cukai. Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, petugas bergerak menuju Desa Manggis pada hari Selasa (13/11/2018) pukul 19.30 WIB untuk melakukan pendalaman informasi. Besoknya, Rabu (14/11/2018) pukul 05.00 WIB petugas melakukan penindakan di lokasi yang diduga untuk memproduksi MMEA dan ditemukan ratusan botol MMEA yang siap edar dan tanpa dilekati pita cukai yang seharusnya, serta jeriken berisikan EA.

Atas penindakan tersebut, petugas membawa miras dan EA ilegal ke Kantor Bea Cukai Kediri untuk diproses lebih lanjut. “UB” dan seorang rekannya juga dibawa ke kantor untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Widodo menambahkan “Miras dan EA ilegal yang telah diamankan oleh petugas, diduga melanggar pasal 50 dan/ atau pasal 54 UU No 39 Tahun 2007 dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun dan denda paling banyak 10 kali nilai cukai, serta kerugian negara diperkirakan sekitar Rp36.814.000.” (tiga puluh enam juta, delapan ratus empat belas ribu rupiah).