Blusukan Kampung Bea Cukai Kediri Cegah Rokok Ilegal

Share Artikel :

Kediri (19/04/2018) – Salah satu faktor yang membuat maraknya peredaran rokok ilegal di masyarakat adalah karena ketidaktahuan masyarakat bahwa rokok tersebut merupakan produk yang tidak sah atau ilegal. Dengan faktor tersebut dan harga yang lebih murah dari rokok legal, masyarakat pun tertarik untuk memperjualbelikan dan mengkonsumsi rokok ilegal. Salah satu daerah di Kabupaten Nganjuk yang menjadi titik rawan peredaran rokok ilegal adalah Kecamatan Tanjunganom. Oleh karena itu Bea Cukai Kediri bersinergi dengan perangkat desa Kecamatan Tanjunganom mengadakan kegiatan penyuluhan kepada masyarakat dan perangkat desa di Kecamatan Tanjunganom terkait ketentuan cukai dan bahaya rokok ilegal.

Kamis 19 April 2018, bertempat di pendopo Kecamatan Tanjunganom acara penyuluhan terkait ketentuan cukai dan bahaya rokok ilegal diselenggarakan. Dihadiri oleh Johansyah PLH Camat Kecamatan Tanjunganom, Adiek Marga Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi, serta 73 orang peserta sosialisasi yang terdiri dari perwakilan perangkat desa serta pedagang eceran rokok di wilayah Kecamatan Tanjunganom. Acara dimulai dengan menyanyikan lagu indonesia raya, dilanjutkan dengan pembacaan doa dan sambutan dari Johansyah PLH Camat Kecamatan Tanjung Anom. Dalam sambutannya beliau mengharapkan agar koordinasi antara Bea Cukai Kediri dan perangkat Kecamatan Tanjung Anom semakin erat untuk mencegah peredaran rokok ilegal di wilayah tersebut. Sambutan selanjutnya dari Adiek Marga  Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Kediri. “Masyarakat harus lebih berhati-hati untuk memperjuabelikan rokok murah, karena jika terbukti rokok tersebut ilegal bisa berdampak pidana,” kata Adiek Marga dalam sambutannya.

Acara selanjutnya adalah pemaparan materi. Materi mengenai ketentuan cukai dan bahaya rokok ilegal disampaikan oleh Andyk Budi selaku Kasubsi Penyuluhan Bea Cukai Kediri. Dibuka dengan penyampaian kepada masyarakat tentang profil Bea Cukai Kediri dan Capaian Penerimaan di tahun 2017. Disampaikan juga mengenai dana bagi hasil cukai hasil tembakau yang dialokasikan juga kepada pemerintah daerah untuk memajukan daerahnya. Lalu materi utama pun disampaikan mengenai ketentuan cukai dan bahaya rokok ilegal. “Maraknya rokok ilegal merupakan satu hal yang merugikan negara, karena cukai adalah  salah satu penerimaan negara yang besar. Kami harapkan masyarakat juga dapat berperan aktif untuk memberantas peredaran barang-barang ilegal dan berbahaya bagi masyarakat atau lingkungan.” Kata Andyk Budi dalam pemaparan materinya.

Selesai pemaparan materi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan para peserta. Salah satu hal yang ditanyakan oleh peserta terkait dengan rokok elektrik yang sedang marak di masyarakat dan akan segera dikenakan tarif cukai. Acara penyuluhan terkait ketentuan cukai dan bahaya rokok ilegal diakhiri dengan foto dan makan siang bersama. Dalam sesi ramah tamah tersebut Adiek marga menyampaikan jika terjalin kerjasama yang baik antara masyarakat dan Bea Cukai dapat dipastikan peredaran rokok ilegal dapat dicegah.